0

Kecerdasan Spiritual

GambarDalam menjalani hidup, tentu saja kita harus memiliki tujuan. Namun kini banyak orang yang hidup tanpa tahu tujuan yang jelas atas kehidupannya. Hal itu merupakan ciri lemahnya kecerdasan spiritual seseorang. Apa itu kecerdasan spiritual?

1. Pengertian Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang dalam memaknai kehidupan. Maksudnya, kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan tentang makna dan nilai yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebih luas, kecerdasan untuk menilai tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Kecerdasan spiritual merupakan landasan yang digunakan untuk memfungsikan IQ dan EQ secara efektif, bahkan kecerdasan spiritua merupakan kecerdasan tertinggi pada manusia.

Pengertian kecerdasan spiritual menurut para ahli:
Menurut Munandir (2001 : 122), kecerdasan spritual tersusun dalam dua kata yaitu “kecerdasan” dan “spiritual”. Kecerdasan adalah kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, terutama masalah yang menuntut kemampuan fikiran. Berbagai batasan-batasan yang dikemukakan oleh para ahli didasarkan pada teorinya masing-masing. Selanjutnya Munandir menyebutkan bahwa Intelegence dapat pula diartikan sebagai kemampuan yang berhubungan dengan abstraksi-abstraksi, kemampuan mempelajari sesuatu, kemampuan menangani situasi-situasi baru.

Menurut Mimi Doe & Marsha Walch mengungkapkan bahwa spiritual adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral, dan rasa memiliki. Ia memberi arah dan arti bagi kehidupan kita tentang kepercayaan mengenai adanya kekuatan non fisik yang lebih besar dari pada kekuatan diri kita; Suatu kesadaran yang menghubungkan kita langsung dengan Tuhan, atau apa pun yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita. Spiritual juga berarti kejiwaan, rohani, batin, mental, moral.
Berdasarkan arti dari dua kata tersebut kerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kecerdasan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta.
Menurut Tony Buzan kecerdasan spiritual adalah yang berkaitan dengan menjadi bagian dari rancangan segala sesuatu yang lebih besar, meliputi “Melihat suatu gambaran secara menyeluruh”. Sementara itu, kecerdasan spiritual menurut Stephen R. Covey adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain, karena dia menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.

Zohar dan Marshal mendefinisikan kecerdasan spiritual sebagai kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasan untuk menempatkan perilaku dan hidup dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dari pada yang lain. Kecerdasan spiritual menurut Khalil A Khavari di definisikan sebagai fakultas dimensi non-material kita atau jiwa manusia. Ia menyebutnya sebagai intan yang belum terasah dan dimiliki oleh setiap insan. Kita harus mengenali seperti adanya, menggosoknya sehingga mengkilap dengan tekat yang besar, menggunakannya menuju kearifan, dan untuk mencapai kebahagiaan yang abadi.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual adalah kemampuan potensial setiap manusia yang menjadikan ia dapat menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

2. Ciri-Ciri Kecerdasan Spiritual
Ciri-ciri kecerdasan spiritual secara umum menurut Zohar dan Marshall (2005:137):
1. Kesadaran Diri. Sadar akan posisi kita sendiri.
2. Spontanitas. Menjadi sangat spontan berarti sangat responsive terhadap momen, dan kemudian rela dan sanggup untuk bertanggung jawab terhadapnya.
3. Terbimbing oleh visi dan nilai.Terbimbing oleh visi dan nilai berarti bersikap idealistis, tidak egoistis, dan berdedikasi.
4. Holistik. Melihat sisi lain dari sebuah permasalahan.
5. Kepedulian. Berempati yang mendalam, bukan hanya mengetahui perasaan orang lain, tetapi juga ikut merasakan apa yang mereka rasakan.
6. Merayakan Keberagaman. Menghargai orang lain dan pendapat-pendapat yang bertentangan atas dasar perbedaan bukannya meremehkan perbedaan-perbedaan itu.
7. Independensi Terhadap Lingkungan. Teguh, terfokus, tabah, berpikiran independent, kritis terhadap diri sendiri, berdedikasi, dan berkomitmen.
8. Bertanya “Mengapa” Keingintahuan yang aktif dan kecendurungan untuk mengajukan pertanyaan “mengapa” yang fundamental sangat penting bagi segala macam kegiatan ilmiah, yang merupakan semangat dan motivasi untuk meneliti secara terus menerus.
9. Pemanfaatan Positif atas Kemalangan. Orang yang mengambil manfaat atas kemalangan, mereka setia pada sebuah ide dan memperjuangkannya, tidak peduli betapa sulit dan menderitanya perjuangan itu.
10. Rendah Hati. Orang yang rendah hati tidak mementingkan ego, mereka menyadari keberhasilan yang dicapai banyak bersandar pada prestasi orang lain dan pada anugerah dan keberuntungan yang telah dicurahkan.
11. Rasa Keterpanggilan. Merasa terpanggil untuk melaksanakan visi yang dimiliki.

3.Aspek-aspek Kecerdasan Spiritual
Aspek-aspek kecerdasan spiritual mencangkup hal-hal berikut :
a. Kemampuan bersikap fleksibel.
b. Tingkat kesadaran diri yang tinggi.
c. Kemmapuan untuk menghadapi dan memanfaatkan penderitaan.
d. Kemampuan untuk menghadapa dan melampaui rasa sakit.
e. Kualitas hidup yang diilhami visi dan nilai-nilai.
f. Keengganan untuk menyebabkan kerugian yang tidak perlu.
g. Berpikir secara holistik
h. Kecenderungan untuk bertanya mengapa dan bagaimana jika mencari jawaban-jawaban yang mendasar.
i. Menjadi pribadi mandiri

Aspek dari kecerdasan spiritual sebagai berikut:
a. Kesadaran diri dalam menyadari situasi, konsekuensi dan reaksi yang ditimbulkan oleh diri.
b. Kemampuan untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
c. Perenungan akan setiap perbuatan yang akan membuat diri kita lebih mengenali, menghargai sesuatu dan menjadikan motivasi untuk lebih baik.
d. Kemampuan untuk menghancurkan rintangan dan memotivasi diri untuk menyelesaikan permasalahan.
e. Kemampuan untuk menentukan langkah dan pemberian keputusan dengan bijak.
f. Kualitas dalam hidup dan makna hidup.
g. Menghormati pendapat atau pilihan orang lain.

4. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Spiritual
a. Sel saraf otak
Otak menjadi jembatan antara kehidupan bathin dan lahiriah kita. Ia mampu menjalankan semua ini karena bersifat kompleks, luwes, adaptif dan mampu mengorganisasikan diri. Menurut penelitian yang dilakukan pada era 1990-an dengan menggunakan WEG (Magneto –Encephalo – Graphy) membuktikan bahwa osilasi sel saraf otak pada rentang 40 Hz merupakan basis bagi kecerdasan spiritual.

b. Titik Tuhan (God spot)
Dalam penelitian Rama Chandra menemukan adanya bagian dalam otak , yaitu lobus temporal yang meningkat ketika pengalaman religius atau spiritual berlangsung yang ia sebut Titik Tuhan atau God spot. Titik Tuhan memainkan peran biologis yang menentukan dalam pengalaman spritual. Namun titik Tuhan bukan merupakan syarat mutlak dalam kecerdasan spiritual. Perlu adanya integrasi antara seluruh bagian otak, seluruh aspek dari dan seluruh segi kehidupan.

Beberapa waktu lalu saya pernah tertimpa masalah yang sangat berat. Menjelang Ujian Nasional SMA tahun 2013, keluarga saya mendapat banyak masalah yang menurut saya sangat berat. Tentu saya sedih mengetahui hal itu. Namun kesedihan tidak boleh berlarut-larut. Hidup harus memiliki tujuan dan tujuan saya adalah untuk beribadah dan berguna bagi orang lain. Tentu saja dalam hidup masalah akan selalu datang dan saya berpikir bahwa saat itu saya benar-benar sedang diuji. Dengan kecerdasan spiritual yang saya miliki, saya percaya bahwa Tuhan senatiasa ada dan pasti menolong hamba-Nya yang mau berusaha, berdo’a serta senantiasa sabar dalam menghadapi cobaan. Setelah saya berusaha kuat, sabar, berserah diri kepada Tuhan dan senantiasa berdo’a, akhirnya saya dapat melalui semua masalah berat tersebut.

Sehingga setiap manusia harus memiliki kecerdasan spiritual. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi cenderung menjadi seorang pemimpin yang penuh pengabdian, yaitu seseorang yang bertanggung jawab membawakan visi dan nilai yang lebih baik kepada orang lain sehingga memberikan inspirasi kepada orang lain. Kecerdasan spiritual ini merupakan kesadaran diri kita yang membuat kita mampu menyadari siapa diri kita dan bagaimana kita memberi makna kehidupan kita juga terhadap dunia. Orang yang memiliki kecerdasan spiritual senantiasa memiliki tujuan hidup dan berpegang teguh pada agamanya, sehingga apabila ia sedang tertimpa masalah ia akan berusaha, berdo’a, beribadah, beramal serta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan malah mengambil jalan pintas seperti bunuh diri dan lain-lain. Maka dari itu kecerdasan spiritual harus dimiliki oleh setiap orang.

Sumber :
http://merahitam.com/kecerdasan-spiritual-menurut-para-ahli.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_spiritual
http://www.bioenergi.co.id/page/detail/113.html